Senin, 07 Juli 2014

Perbatasan, Tak Kenal Maka Tak Perhatian

Perbatasan, Tak Kenal Maka Tak Perhatian


Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau dengan garis pantai sekitar 81.000 km serta wilayah lautnya yang mencapai 5,8 juta km2 atau sekitar 70% dari luas total wilayah Indonesia. Luasnya wilayah kedaulatan NKRI baik darat maupun laut merupakan sebuah modal besar guna peningkatan kesejahteraan masyarakatnya serta daya saing bangsa di dunia Internasional. Namun di sisi lain, luasnya wilayah ini memiliki polemik tersendiri, salah satunya adalah kesulitan melakukan pembangunan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

MENDIRIKAN INDONESIA: Refleksi dan Revisi atas Sumpah Pemuda 1928

Ringkasan Eksekutif
Diskusi
MENDIRIKAN INDONESIA:
Refleksi dan Revisi atas Sumpah Pemuda 1928


"Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya, kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya. Kalau dia tak mengenal sejarahnya. Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya.”
-Pramoedya-


Latar belakang

Indonesia adalah Sebuah Kata yang mungkin saja dimaknai secara berbeda oleh para pembacanya. Pada dekade akhir Tahun 20-an, sejumlah Pemuda yang berasal dari berbagai latar belakang budaya, Wilayah, dan Kepentingan, dengan sukarela mempersatukan diri dalam satu Identitas tunggal melalui sebuah Ikrar yang kini kita sebut sebagai Sumpah Pemuda, yang berbunyi, "Kami …. berbangsa satu, bangsa Indonesia, bertanah air satu, tanah air Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia."
Ketika Mendengar atau Membaca Ikrar tersebut, fikiran kita dengan mudah akan terusik, Apakah yang dimaksud dengan Istilah Indonesia oleh para Pemuda itu sama dengan Istilah Indonesia seperti yang Kita Maksud? apakah Indonesia Mereka Sama dengan Istilah Indonesia Seperti pemaknaan para pemegang kekuasaan sekarang? Dan, apakah istilah itu sama dengan interpretasi akan kata Indonesia dari manusia-manusia yang kita sebut sebagai Bandit Kemanusiaan, Penjahat Peradaban, dan Pemerkosa Keadilan yang sering kita caci? Terlebih-lebih, di atas itu semua, bisa kita ajukan pertanyaan pamungkas, “Sebenarnya, Apakah makna dari Kata Indonesia itu sendiri? Dan Apakah Makna Indonesia Itu Tunggal? Lalu, ketika Makna Indonesia itu Tunggal, Siapakah yang mempunyai Kewenangan untuk Memaknainya?”

Jumat, 27 Desember 2013

Bangun, KKDN Sudah Selesai

Postingan ini dibuat 11 hari pasca kepulangan dari Kuliah Kerja Dalam Negeri, Manajemen Pertahanan Cohort 5, Universitas Pertahanan Indonesia di Manado dan Kabupaten Talaud, wilayah Perbatasan Utara NKRI.

dan ternyata saya mengalami masalah yang sama seperti pasca kepulangan K2N UI waktu tahun 2010. Sulitnya menerima kenyataan. kembali ke hiruk pikuk nya kota besar, kembali ke rutinitas, kembali menghadapi debu dan asap kendaraan, kembali menghadapi tanggungjawab kerjaan dan kuliah.

Rabu, 04 September 2013

iseng googling ...

iseng googling nama lengkap "Lifany Husnul Kurnia" ....
terus iseng lagi googling "Lifany Kurnia" .... and guess what I found?
omg.

Sabtu, 29 Juni 2013

Bertukar Pikiran Tentang Gie dan Para Demonstran

Djawa : 
Dulu pas SMA gw mengidolakan Soe Hok Gie setelah nonton filmnya. Gw suka sama pemikirannya yg sinis dan kritis. Tapi sekarang saat gw pikirin lagi, kenapa juga dulu gw ngidolain tukang protes kayak dia ya? Apa kerja nyatanya buat Indonesia?




Senin, 10 Juni 2013

Langit Malam 6 Juni


Langit malam ini tampak sangat cerah. Indah sekali. Bertabur bintang yang terlihat jelas namun redup.
Tidak secemerlang layaknya di desa, gunung atau pantai memang. Tapi aku tetap bersyukur masih dapat menikmati nya.
Sepenggal panorama kebesaran Tuhan yang masih dapat dinikmati diantara kemegahan bangunan-bangunan buatan manusia. (beruntung bangunan di Bogor tidak semegah Jakarta)

Selasa, 28 Mei 2013

1 Mei 2013


whatsappan sama ita.

Lan lo lagi dimana? | di deket monas | wih ikutan demo ya? | kagak, gue mau samperin staf khusus wagub JKT | mau ngapain? | mau mempertanyakan dan minta bantuan soal penggunaan KJS untuk cari ruang ICU | yah itu sih sama aja demo juga hahaha | hah? -____-a

ketika orang berbondong-bondong memadati Jakarta Pusat dan kitaran Monas untuk demo hari buruh. Saya, Masdan dan Tangguh pun turut serta ke sana, bukan untuk ikutan demo hari buruh, tapi untuk memperjuangkan penggunaan KJS yang telah diluncurkan oleh pemprov JKT, yang ternyata baru-baru ini menjadi polemik dan bahan perbincangan hangat di media. Bahkan sempat beredar isu Gubernur DKI JKT akan diinterpelasi oleh DPRD karena KJS ini.

Senin, 22 April 2013

Forum Cipanas - Deklarasi Gerakan Nasional Kebudayaan

Menjadi Panitia dan MC dalam Seminar "Etnisitas dan Identitas Budaya" yang diselenggarakan oleh UI, Sabtu (20/4) di Anggrek E Meeting Room Palace Hotel. Dilanjutkan dengan kunjungan ke Istana Cipanas. Keesokan harinya, Minggu (21/4), mengunjungi Situs Megalitikum Gunung Padang Cianjur bersama para panelis seminar.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia dengan dukungan dari Sekretariat Negara RI. Acara ini dihadiri oleh :